Pipa Fiberglass atau yang juga dikenal dengan sebutan FRP pipe di dunia industri oleh para engineer. Disini kami perlu menjelaskan sedikit khususnya bagi Anda yang masih belum familiar dengan pipa FRP ini. Di dunia industri seperti migas sampai dengan industri besar yang melakukan pabrikasi skala besar membutuhkan pipa untuk mengalirkan cairan dari satu tempat ke tempat tujuan. Ada macam-macam jenis cairan yang dialirinya dari cairan air biasa sampai dengan cairan kimia seperti brine, ClO2, Gas Klorin, HCl, H2O2, NaClO3, NaOH, H2SO4.

Sebagai subtitusi atau barang pengganti yang menjadi alternatif pilihan lain selain pipa fiberglass, umumnya dipakai carbon steel (CS) atau pipa besi. Nah, kedua jenis pipa ini pada dasarnya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan tiap masing-masing memiliki peruntukkannya sesuai dengan karakteristiknya. Sebagai tambahan wawasan juga ada lagi pipa yang mirip atau istilahnya kakak adik dengan FRP ini, yaitu pipa RTP (reinforced thermoplastic pipe) yang dapat kita baca dengan mudah pipa plastik yang berbalut fiberglass. Tapi kita tidak akan bahas ini ya guys, kita akan fokus pada topik pembahasan mengenai pipa FRP dan perbandingannya dengan carbon steel.

Berikut ini adalah kelebihan pipa FRP dibanding dengan CS Pipe :

  • 1. Lebih tahan terhadap korosi. Dengan sifatnya yang memiliki ketahanan terhadap korosi ini membuat pipa FRP memiliki umur manfaat yang lebih lama dan tidak perlu corrosion inhibitor, cathodic protection, dll.
  • 2. Waktu installasi atau pemasangan lebih cepat daripada CS, terutama untuk pipa jarak panjang.
  • 3. Kekasaran permukaan (Surface Roughness) lebih bagus, friksi lebih kecil, akibatnya penurunan tekanan (Pressure Drop) bisa lebih kecil, kapasitas bisa bertambah, dan minimalis.
  • 4. Pipa FRP bersifat customizable dapat dibuat dengan custom atau sesuai dengan kebutuhan (antara High Pressure sampai dengan 4000 psi dan Low pressure).
  • 5. Pemasangannya pun bersifat customizable, seperti misalkan dengan cara mechanical joint (pakai thread, flange) atau adhesive (pakai lock, taper).
  • 6. Untuk fluida korosif operasional costnya lebih rendah. 

Kekurangan FRP dibanding CS Pipe :

  • 1. Beberapa jenis FRP tidak tahan terhadap UV (tidak semua)
  • 2. Berisiko terhadap benturan atau kerusakan mekanis
  • 3. Kurang tahan terhadap vibrasi atau getaran
  • 4. Temperature ratingnya terbatas

Pemakaian yang layak untuk FRP :

  • 1. Berdasarkan Fluidnya : Brine Line, Disposal line, Fluida korosif
  • 2. Berdasarkan Lingkungan pipanya : Pemasangan pipa di kondisi lingkungan yang korosif (misalkan di atas brine pit, di laut, road crossing, dll)

Sebagai informasi untuk pemasangan pipa yang melewati perkampungan penduduk disarankan memakai FRP yang high pressure atau menggunakan carbon steel.

Penggunaan Pipa FRP di dunia Migas dan industri besar

Pada sebuah perusahaan migas nasional, FRP digunakan untuk water injection dan water transfer lines. Dalam praktiknya pipa FRP juga di joint dengan carbon steel. Adapun cara pemasangannya dengan menggunakan flange untuk tekanan (rated pressure) ada yang bisa sampai 3000 psig (static @150 F). Para praktisi engineering menyampaikan bahwa secara jangka panjang untuk waktu 10-20 tahun average cost atau biaya rata-rata secara umum lebih rendah daripada carbon steel meskipun biaya investasi awal FRP ini lebih tinggi daripada CS.

Ada masih banyak lagi penggunaan pipa FRP di dunia industri sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Jika Anda membutuhkan rekanan kontraktor FRP khususnya untuk pembuatan dan pemasangan pipa FRP ini, bisa menghubungi kami pada kontak 08118408787 atau email sales@altara.co.id.